Minggu, 20 November 2016

BAB II Konsep Informasi

0



BAB II
KONSEP INFORMASI
A.    Definisi Informasi
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda.
Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.( wikipedia.org)
           
Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. (www.temukanpengertian.com)




B.     SIKLUS  PENGOLAHAN DATA (DASAR)

Suatu siklus pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar, yang biasa disebut dengan (data processing cycle) yaitu : Input, processing, dan output

Gambar Proses Siklus Data
1.      pengolahan DATA menjadi sebuah INFORMASI
Jadi data pertama kali di masukan ke dalam proses komputer melalui (input) > kemudian data tersebut diolah, disimpan dan diproses dengan prosedur yang sedemikian rupa oleh komputer (proses) >  kemudian setelah diproses data tersebut akan ditampilkan dan menghasilkan sebuah informasi.

2.      SIKLUS  PENGOLAHAN DATA  (yang dapat dikembangkan)
Tiga tahap dasar dari siklus pengolahan data tsb dapat dikembangkan lagi menjadi lebih terorganisir.  Siklus pengolahan data yang dapat di kembangkan atau biasa dikenal dengan (expanded data processin cylcle) Sekarang banyak di pakai oleh perusahaan-perusahaan di dalam negri .

siklus pengolahan data yang dikembangkan



o   ORIGINATION: mengumpulkan semua data dengan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar
o   INPUT: Proses memasukan data ke dalam proses komputer melalui (Input device)
o   PROCESSING: proses pengolahan dari data yang sudah dimasukan ke komputer yang dilakukan oleh alat pemroses (processing device)
o   OUTPUT: Proses untuk menghasilkan data yang telah diolah melalui (output device), sehingga menjadi sebuah informasi
o   DISTRIBUTION: proses penyaluran hasil output (informasi) kepada pihak/ komponen yang membutuhkan informasi tersebut.
o   STORAGE: proses perekaman hasil pengolahan data. hasil pengolahan dapat disimpan di storage dan dapat diambil lagi untuk proses pengolahan data selanjut nya. 

Referensi : buku pengenalan komputer, Jogiyanti. H. M

Ciri - ciri informasi :
o   Benar atau Salah
ini dapat berhubungan dengan realita atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya akibatnya informasi seperti yang benar.
o   Baru
 informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi si penerima.
o   Tambahan
informasi dapat memperbaharui atau memberi tambahan baru pada informasi yang telah ada.
o   Korektif
informasi dapat menjadi koreksi atas informasi salah/palsu sebelumnya.
o   Penegas
informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena mengakatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.
Ciri - ciri informasi yang baik  :
o   Aktual , yaitu informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan.
o   Faktual , yaitu informasi yang didukung dengan fakta sehingga terjamin kebenarannya.
o   Bahasa yang di pakai / digunakan singkat,padat dan jelas.
o   Menarik , yaitu informasi yang memiliki daya tarik atau daya pikat
o   Informasi Berkualitas

Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Raymond Mc. Leod adalah:
o   Akurat, informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan.
o   Tepat waktu, informasi itu harus tersedia/ ada pada saat informasi tersebut diperlukan dan tidak terhambat.
o   Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan.
o   Lengkap, informasi harus diberikan secara lengakap karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam mengambil keputusan (Mcleod, 2001:6)
o   Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
o   Security, berarti informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dan dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasannya.

http://www.temukanpengertian.com/2013/07/pengertian-informasi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Informasi

Selasa, 12 April 2016

PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI

0

I . PENGERTIAN DATA TERDISTRIBUSI

 
Pengolahan data terdistribusi pada sistem komputer saat ini digambarkan sebagai banyak komputer atau processor yang besar maupun kecil dalam jarak yang jauh yang dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Hal yang penting dalam sistem terdistribusi adalah lokasi dan masalah perancangan data.

Ada beberapa definisi mengenai pengolahan data terdistribusi, antara lain :
  • Penempatan sumber daya komputer pada pemakainya.
  • Struktur organisasi pengolahan data dengan kemampuan yang terpusat, dan pengolahan paling sedikit bagian dari suatu aplikasi dengan cara yang terdesentralisasi.
  • Sejumlah node pengolahan data dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi terhadap host (server / pusat) yang juga digunakan untuk mengontrol keseluruhan jaringan.
  • Cara pembagian sumber daya komputer pada suatu organisasi sehingga sedekat mungkin dengan aplikasinya secara geografis maupun organisasional.
  • Sistem pengolahan data terdistribusi adalah suatu sistem dimana program-program aplikasi untuk pengolahan datanya berada di node-node yang terpisah dan saling dihubungkan dan dirancang dengan kontrol yang ketat dan terintegrasi.
Karakteristik pengolahan data terdistribusi antara lain :
  • Beberapa data digunakan pada banyak lokasi.
  • Sering diperlukan sistem manajemen database yang memberikan akses kepada banyak pemakai dengan view yang berbeda dari data yang sama.
  • Peningkatan biaya penyimpanan per bit pada unit penyimpan yang sangat besar lebih rendah dibandingkan pada penyimpan yang lebih kecil.
  • Beberapa masalah pada data yang terpisah secara geografis adalah masalah integritas, kepemilikan, dan kemacetan (deadlock) ketika banyak processor meng-update data yang sama.
Pengolahan data di masa depan merupakan perkembangan mesin komputer yang pesat yang kebanyakan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Saat ini telah banyak komputer dengan ukuran kecil dengan harga yang murah. Namun komputer mini tidak akan menggantikan komputer besar, dengan alasan beberapa fungsi dan data masih harus terpusat. Oleh karena itu maka tugas seorang perancang sistem adalah untuk :
  • memutuskan distribusi mesin atau processor yang bagaimana yang paling baik.
  • Penghubung yang bagaimana yang diperlukan.
  • Di mana data harus disimpan.

II . TUJUAN PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI

Tujuan Utama Pengolahan Data Terdistribusi :
  • Otonomi local
Memberikan tingkat otonomi lokal dalam komputasi kepada kelompok pemakai lokal.
  • Pengoperasian yang terpisah dan kontrol yang terpusat
Mengijinkan pengoperasian pengolahan data yang terdistribusi yang ditingkatkan dengan pelayanan dan database yang terpusat, dengan berbagai tingkat kontrol yang terpusat.
  • Produktivitas Pemakai
Menyediakan teknik dan bahasa sehingga pemakai dapat memberi hasil yang maksimum dalam menggunakan sistem komputer.
  • Pengembangan aplikasi oleh kelompok pemakai
Menyediakan infrastruktur bagi kelompok pemakai untuk mengembangkan aplikasinya secara mudah dan fleksibel dengan pengontrolan untuk mencegah masalah kompabilitas.
  • Dialog Terminal
Membuat terminal mudah digunakan dengan struktur dialog yang menghasilkan intelegensia yang terdistribusi.
  • Akses untuk sumber daya dan data yang jaraknya jauh
Memudahkan user lokal untuk mengakses berbagai sumber daya yang berguna dari lokasi yang berbeda, termasuk program dan data.
  • Jarak menjadi tidak nyata
Membuat jarak menjadi tidak nyata dengan menggunakan jaringan yang sesuai rancangannya.
  • Ketersediaan (availability)
Menghindari kegagalan sistem yang dapat dilihat oleh pemakai dan memaksimumkan ketersediaan interface sistem bagi pemakai.
  • Privacy dan Keamanan
Mencegah pengaksesan data dan sumber daya tanpa ijin dan melindungi data dari kegagalan maupun tindak kejahatan.
  • Audit
Menjamin peng-update-an record yang penting, seperti data keuangan, yang dapat di audit dengan penuh.
  • Ketepatan dan Konsistensi
Menggunakan kontrol ketepatan pada semua input, dan mencegah terjadinya banyak versi dari data yang sama yang tersedia bagi pemakai dalam tingkat peng-update-an yang berbeda.
  • Kemudahan pengubahan
Menyadari bahwa sistem terdistribusi akan berkembang dan berubah dengan konstan, dan mendukung perubahan ini tanpa perusakan dan pengeluaran.
  • Proteksi
Program dan struktur data logik yang ada tidak perlu dikerjakan kembali ketika perubahan sistem atau program lain dibuat.
  • Penyembunyian kerumitan
Sistem sedapat mungkin menyembunyikan kerumitan dari user.
Hal Teknis yang Diperlukan Untuk Mencapai Tujuan :
  • Penggunaan komputer mini dan mikro
Menghubungkan komputer mikro, mini dan besar menjadi sistem yang paling efektif biayanya.
  • Teknik Database
Menggunakan teknik database untuk menjamin data yang sama dapat diakses oleh banyak pemakai dengan cara yang fleksibel.
  • Jaringan Komputer
Menggunakan jaringan yang dirancang untuk pengiriman data, surat dan mungkin juga suara atau yang lainnya.
  • Struktur jaringan yang fleksibel
Memberikan struktur jaringan yang memberikan fleksibilitas yang tinggi untuk menambah node atau sirkuit, yang menangani lalu lintas terminal dan juga lalu lintas komputer ke komputer.
  • Kontrol saluran yang standar
Menggunakan prosedur kontrol saluran yang standar untuk menghubungkan terminal-terminal dan untuk interkoneksi komputer.
  • Terminal virtual
Menggunakan standar terminal virtual, unit logika dan tampilan, sehingga ketika terminal atau PC user diubah, program yang digunakan tidak perlu dituliskan kembali.
  • Kriptografi
Menggunakan kriptografi yang memerlukan keamanan transmisi yang ketat.
  • Keamanan
Menggunakan teknik keamanan yang ketat jika diperlukan.
  • Audit
Menggunakan peralatan yang membuat sistem mudah di-audit.
  • Bahasa tingkat tinggi
Menggunakan bahasa tingkat tinggi khususnya bagi user untuk mencapai fleksibilitas maksimum dalam mengakses data dan produktivitas maksimum dalam pengembangan aplikasi.
  • Kamus data
Menggunakan kamus data untuk menjamin kompabilitas, field, record dan struktur data yang digunakan dalam unit penyimpanan yang terdistribusi.
  • Strategi
Mengembangkan strategi pengolahan data, termasuk di dalamnya tiga sub strategi, yaitu : pengolahan data terdistribusi, database dan jaringan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan struktur manajemen untuk menjalankan strategi tersebut, diantaranya :
    • Administrasi sistem terdistribusi, untuk menjamin bahwa sistem yang terpisah dapat dihubungkan dan bekerja sama sebaik mungkin.
    • Administrasi data terdistribusi, untuk membantu perancang data terdistribusi dalam merancang struktur data yang sesuai, dan juga untuk menjamin kompabilitas antara data pada PC yang terpisah, serta untuk mendokumentasikan data dalam kamus data.
    • Administrasi jaringan, untuk menjamin pengembangan jaringan yang sesuai.

III . PENGARUH PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI PADA ORGANISASI
Tujuan utama PDT (Pengolahan Data Terdistribusi) adalah untuk meningkatkan dan memperluas penggunaan komputer bagi pemakai.
Pemakai (end user) diartikan sebagai orang yang pekerjaannya dibantu dengan komputer, misalnya akuntan, kepala toko, bank teller, ahli sains, manajer, para professional, atau staf kantor pusat.
PDT memberi fasilitas logika, penyimpanan data, ataupun komputasi yang dibawa langsung ke lokasi pemakainya.

Macam-macam pengaruh PDT pada organisasi :
  • Departemen pemakai memiliki fasilitas komputer dan akses data yang lebih baik. Pengolahan data dapat online dengan waktu respon yang cukup cepat.
  • Departemen pemakai bertanggung jawab dalam menggunakan komputer mereka.
  • Pemasukan data dipindahkan ke departemen pemakai, sehingga mereka bertanggung jawab atas ketepatan datanya.
  • Proses informasi fungsional dapat didistribusikan sedangkan yang strategi dipusatkan.
  • Manajemen fungsional lebih efisien dan bertanggung jawab untuk kegiatan masing-masing (tidak lagi mempersalahkan komputer yang jauh).
  • Manajemen strategi mempunyai logistik yang luas pada satu lokasi.
  • Kontrol strategi ketat pada persediaan manajemen kas dan fungsi.
  • Untuk kontrol strategi yang terpusat dan pendistribusian proses fungsional diperlukan reorganisasi perusahaan.
  • Departemen pengolahan data dan hubungannya dengan departemen lain merupakan faktor dalam restrukturisasi.
  • Manager departemen harus mampu dalam menggunakan komputer yang sekarang mudah tersedia bagi mereka.
  • Jaringan data tidak lagi dipengaruhi oleh jarak, sehingga pengolahan dapat secara nasional maupum multinasional.
  • Keterlibatan top manajemen penting dalam mengikuti perkembangan teknologi dan menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh PDT.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html